<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Avreliana's Weblog</title>
	<atom:link href="http://avreliana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://avreliana.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Apr 2008 07:33:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='avreliana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Avreliana's Weblog</title>
		<link>http://avreliana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://avreliana.wordpress.com/osd.xml" title="Avreliana&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://avreliana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HOW DO YOU DO,  Mr. JARED?</title>
		<link>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/23/how-do-you-do-mr-jared/</link>
		<comments>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/23/how-do-you-do-mr-jared/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 07:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>avrel</dc:creator>
				<category><![CDATA[jejak pengelana]]></category>
		<category><![CDATA[avrilious]]></category>
		<category><![CDATA[Wisma bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avreliana.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu saya dan teman-teman saya: Agus, Risa, Priska, dan Vero, mengunjungi Wisma Bahasa dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah ‘Pengantar BIPA’. Pak Agung, dosen Pengantar BIPA, menugasi kami untuk mewawancarai salah seorang murid asing yang sedang belajar Bahasa Indonesia di lembaga bahasa tersebut. Sepuluh menit sebelum jadwal wawancara yang telah ditentukan yakni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=30&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#33cccc;">Sore itu saya dan teman-teman saya: Agus, Risa, Priska, dan Vero,  mengunjungi Wisma Bahasa dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah ‘Pengantar BIPA’. Pak Agung, dosen Pengantar BIPA, menugasi kami untuk mewawancarai salah seorang murid asing yang sedang belajar Bahasa Indonesia di lembaga bahasa tersebut.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Sepuluh menit sebelum jadwal wawancara yang telah ditentukan yakni pukul 3 sore, kami tiba di ‘Gedung’ Wisma Bahasa yang asri dan homy itu. Begitu kami memarkirkan motor, Pak Agung telah menyambut di teras depan. Saat itu cuaca cukup panas sehingga kami memutuskan untuk ngisis di halaman parkir di bawah rindangnya pepohonan yang tumbuh di situ.<br />
Tak berapa lama kemudian, datanglah seorang bule jangkung berkemeja putih dan bercelana pendek warna khaki. Kecuali Agus, kami saling berbisik saat melihat si bule memasuki gedung hijau yang  mungil itu, “ Wah moga-moga aja tuh bule yang bakal kita wawancarai, pasti asyik!”. Harapan kami terkabul. Begitu bule itu memasuki ruang tengah dan duduk di salah satu kursi coklat antik yang ada di situ, Pak Agung menyuruh kami untuk segera memulai wawancara kami. Lalu, setelah saling bersalaman dan berkenalan, kami pun memulai misi kami.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Jared,-demikianlah laki-laki kelahiran Australia Barat, 16 Januari 1976 itu biasa dipanggil. Perawakannya seperti bule-bule pada umumnya: jangkung dengan rambut kecoklatan dan tentu saja kulit  putih pucat. Awalnya, kami sempat ragu untuk memulai wawancara kami karena kami mengira Jared akan sedingin dan sekaku bule-bule dalam film-film Hollywood. Namun ternyata, kekhawatiran kami menguap begitu Jared mengembangkan senyum ramahnya dan sangat welcome menyambut kedatangan kami.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Meskipun baru 2 minggu belajar Bahasa Indonesia, kemampuan Jared dalam berkomunikasi menggunakan bahasa barunya itu bisa dikatakan lebih baik daripada kemampuan berbahasa Inggris kami yang yang telah kami pelajari selama lebih dari  6 tahun ini. Keseriusannya untuk belajar Bahasa Indonesia dibuktikannya dengan ketekunannya mengikuti kursus yang tiap harinya memakan waktu  hingga 6 jam.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Saat wawancara berlangsung, Jared sering mencondongkan tubuhnya ke depan agar bisa mendengar percakapan kami lebih jelas. “Saya masih sering kesulitan dalam mendengarkan percakapan berbahasa Indonesia. Pernah suatu hari saya mencoba menonton acaranya Tukul Arwana, namun saya tak dapat menangkap kata-katanya,” ujarnya saat kami menanyakan kesulitan-kesulitannya dalam mempelajari Bahasa Indonesia. Ketika ditanya lebih jauh mengenai kesulitan-kesulitannya itu, dia mengatakan, “ Saya masih bingung dalam menggunakan struktur Bahasa Indonesia. Karena tidak seperti dalam Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia tidak memiliki tenses.” Hal lain yang membingungkannya adalah perbedaan kata sapaan ‘Kau’, ‘Kamu’, dan ‘Anda’ serta ‘Aku’ dan ‘Saya’. “Dalam Bahasa Inggris, kami hanya menggunakan kata ‘I’ dan ‘You’,”  jelasnya saat kami memanggilnya dengan sapaan ‘Anda’.<br />
Saat kami mencoba mencari tahu gaya belajar yang disukainya, dia mengatakan bahwa dia lebih menyukai mempraktekkan Bahasa Indonesia secara langsung, baik dengan berbicara maupun dengan mendengarkan. “Kadang-kadang,” ujarnya, “saya juga membaca koran dan menonton berita TV berbahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia saya”.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Selama di Jogja, Jared yang waktu dekat akan bekerja di Kedutaan Besar Australia di Jakarta ini, tinggal di Hotel Jogja Plaza. Untuk alasan pekerjaan itulah, laki-laki yang mulai menyukai makanan Indonesia ini mengambil kursus Bahasa Indonesia.. Jared mengaku, ini bukanlah yang pertama kalinya dia datang ke Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, dia pernah berkunjung ke Bali selama 2 minggu dalam rangka liburan.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Ada banyak hal lain yang kami utarakan pada Jared seperti: bagaimana rasanya memiliki perdana menteri baru (PM Kevin Ruud); sedang musim apa di Australia Barat saat ini, sampai pendapat Jared mengenai orang-orang Indonesia, khususnya Jogja. Untuk yang terakhir, Jared bilang bahwa orang-orang Indonesia sangat ramah. Saking ramahnya, dia sampai khawatir jika dia tidak bisa berbuat hal yang sama pada mereka. “ Saya sangat senang jika bisa berinteraksi langsung dengan orang Indonesia. Namun, saya takut jika mereka menganggap saya tidak sopan ataupun tidak ramah,” akunya.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Sepanjang wawancara berlangsung, kami tidak melulu memonopoli pertanyaan. Beberapa kali Jared mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada kami seperti dari mana asal kami; bagaimana budayanya; sampai pada pertanyaan berbau politis yakni pendapat orang Indonesia mengenai hubungan Indonesia dengan Australia yang seringkali mengalami pasang surut. Kami menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjadi kesalahpahaman ataupun kesan yang negatif baik mengenai negaranya maupun negara kita sendiri.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Meskipun agak terlambat, kami menanyainya bahasa apa saja yang dikuasainya selain Bahasa Inggris. Jawabnya, “ Saya lahir di Australia. Kedua orang tua saya orang Australia sehingga saya pun tidak berkomunikasi dengan bahasa apapun selain Bahasa Inggris”. Lalu dia menambahkan, “Di Australia, Bahasa Indonesia cukup populer disamping 2 bahasa asing lainnya yakni Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin.”<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Jarum jam telah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Tiga puluh menit waktu yang diberikan Pak Agung telah berakhir. Tibalah saatnya bagi kami untuk berpamitan. Meskipun Pak Agung pernah mengatakan bahwa orang-orang asing tidak terbiasa bersalaman saat mereka akan berpisah, kmai tetap saja menyalaminya, karena begitulah kebiasaaan kami, orang Indonesia. Sebelum pergi, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Demikian jangkungnya Jared sehingga kami berlima yang hanya setinggi dadanya, nampak seperti ‘kurcaci’ yang mengelilingi ‘Goliath’.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#33cccc;">Pengalaman bertemu dan berbicara langsung dengan Jared cukup mengesankan bagi kami. Melalui pertukaran informasi dengannya, wawasan kami mengenai budaya maupun kehidupan orang-orang asing, khususnya Australia, semakin bertambah. Hal penting yang cukup mempengaruhi kami adalah ketekuanan dan kedisiplinan orang-orang asing, baik dalam belajar maupun bekerja. Itu membuat kami berpikir betapa Indonesia juga akan menjadi negara adidaya yang disegani dan dihormati dunia jika saja rakyatnya (termasuk kami juga) tidak malas-malasan dalam menghadapi kemajuan jaman dan tentu saja mnghindari budaya KKN yang ironisnya justru tumbuh subur di negeri ini.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avreliana.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avreliana.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avreliana.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avreliana.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avreliana.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avreliana.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avreliana.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avreliana.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avreliana.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avreliana.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avreliana.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avreliana.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avreliana.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avreliana.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avreliana.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avreliana.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=30&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/23/how-do-you-do-mr-jared/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca83f000061aa6cb83965a5d2c3bd42b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">avrel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pada mulanya adalah kata&#8230;.</title>
		<link>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/22/pada-mulanya-adalah-kata/</link>
		<comments>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/22/pada-mulanya-adalah-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 03:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>avrel</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[robert louis stevenson]]></category>
		<category><![CDATA[washington irving]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avreliana.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Pada mulanya adalah kata. Ia dituliskan dalam barisan kalimat dan paragraf. Kisahnya tentang segala isi dunia. Kemudian ia dirias hingga menawan. Sesudahnya ia dinaikkan ke alat cetak Lipatan-lipatan kertasnya disatukan sampai berbentuk persegi. Pada akhirnya ia menjadi buku, yang dihadirkan kepadamu untuk dijadikan tunggangan bagi sebuah pertualangan. Robert louis Stevenson &#38; Washington irving<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=24&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Pada mulanya adalah kata.</span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Ia dituliskan dalam barisan kalimat dan paragraf.</span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Kisahnya tentang segala isi <span> </span>dunia.</span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Kemudian ia dirias hingga menawan.</span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Sesudahnya ia dinaikkan ke alat cetak</span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Lipatan-lipatan kertasnya disatukan sampai berbentuk persegi.</span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;">Pada akhirnya ia menjadi buku, yang dihadirkan kepadamu untuk dijadikan tunggangan bagi sebuah pertualangan.</span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;"> </span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;">Robert louis Stevenson &amp; Washington irving</span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Chiller;"> </span></span></a></h6>
<h6><a href="http://washingtonirving.com" target="_self"><span style="color:#008080;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Chiller;"> </span></span></a></h6>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avreliana.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avreliana.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avreliana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avreliana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avreliana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avreliana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avreliana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avreliana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avreliana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avreliana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avreliana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avreliana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avreliana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avreliana.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avreliana.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avreliana.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=24&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/22/pada-mulanya-adalah-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca83f000061aa6cb83965a5d2c3bd42b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">avrel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aesop&#8217;s Fabel</title>
		<link>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/18/aesops-fabel/</link>
		<comments>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/18/aesops-fabel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 03:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>avrel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>
		<category><![CDATA[Aesop]]></category>
		<category><![CDATA[Arthur Mee]]></category>
		<category><![CDATA[Children Encyclopedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avreliana.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Fabel merupakan kisah yang bertujuan mengilustrasikan kebenaran. Beberapa fabel berumur sangat tua. Fabel-fabel terbaik pada masa lalu sebagian besar ditulis oleh seorang busak bernama Aesop yang hidup 600 tahun sebelum masehi.. Jutaan anak baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai jaman telah membaca kisah fabel yang ditulis Aesop. Kisah fabel ini saya jiplak dari buku The [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=17&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#99cc00;"><span style="font-size:11pt;">Fabel merupakan kisah yang bertujuan mengilustrasikan kebenaran. Beberapa fabel berumur sangat tua. Fabel-fabel terbaik pada masa lalu sebagian besar ditulis oleh seorang busak bernama Aesop yang hidup 600 tahun sebelum masehi.. Jutaan anak baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai jaman telah membaca kisah fabel yang ditulis Aesop.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#99cc00;">Kisah fabel ini saya jiplak dari buku <em>The Children Encyclopedia</em> karangan Arthur Mee versi Bahasa Inggrisnya. <span> </span>Di setiap akhir cerita kita akan menemukan kata-kata mutiara yang sengaja di cantumkan oleh pengarang sebagai pembelajaran bagi pembacanya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;"> </span></span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#008000;"><strong><span style="font-size:11pt;">THE PROUD FROG </span></strong></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">An ox, grazing in a field, happened to put his foot down among a family of young frogs, and crushed one of them to death. The others told their mother what has</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>Happened, and said that the animal that did it was the biggest creature they had ever seen.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">“Was it as big as this?” said the old frog, swelling herself out in the curious way that frogs do.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">“Oh, much bigger than that!” cried the little frogs.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">“As big as this?: she asked, straining herself still more.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">“Indeed, Mother,” they said, “you would never be so big if you were to stretch till you burst.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">Then the foolish old frog made another effort to make herself still bigger, and she burst and die.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><em><span style="font-size:11pt;">Never try to make yourself out to be more important than you are.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em><span style="font-size:11pt;"> </span></em></span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#008000;"><strong><span style="font-size:11pt;">THE WOLF AND THE STORK </span></strong></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">A wolf when eating his dinner one day swallowed a bone, which stuck in his throat. He went about howling, asking every animal he met to help him, and promised a large reward to anyone who could get the bone out. At last a stork, who had a long, slender neck and bill, undertook the test.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">Poking his long bill down the wolf’s throat, he got hold of the bone and pulled it out; but when he asked for his reward the wolf laughed, and said: “you may think yourself lucky that I not did bite your head off when it was in my mouth.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><em><span style="font-size:11pt;">Some people are not grateful when someone does them a kindness</span></em><span style="font-size:11pt;">.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;"> </span></span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#008000;"><strong><span style="font-size:11pt;">THE DOG AND THE ASS </span></strong></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">A<span> </span>big dog and an ass loaded with bread were going on a long journey together.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">Both at last grew very hungry, and the ass stopped to eat the thistles by the roadside. This made the dog feel hungrier still, and he begged for a piece of bread from the donkey’s load.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">But the ass answered that if he were hungry he must find his own food.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">Just then a wolf was seen in the distance coming toward them. The ass at once began to tremble, and told the dog that he hoped he would stand by him and protect him if the wolf attacked him.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">“No,” said the dog. “People who eat alone will have to fight alone.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;">So he left his fellow traveler to the mercy of the wolf.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><em><span style="font-size:11pt;">If you want to have friends you must show yourself to be friendly. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span style="font-size:11pt;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avreliana.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avreliana.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avreliana.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avreliana.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avreliana.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avreliana.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avreliana.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avreliana.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avreliana.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avreliana.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avreliana.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avreliana.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avreliana.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avreliana.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avreliana.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avreliana.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=17&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/18/aesops-fabel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca83f000061aa6cb83965a5d2c3bd42b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">avrel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ke Beton Ku Berk&#8217;lana</title>
		<link>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/16/ke-beton-ku-berklana/</link>
		<comments>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/16/ke-beton-ku-berklana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 05:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>avrel</dc:creator>
				<category><![CDATA[jejak pengelana]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avreliana.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan bacaan yang baik dan benar. Saptu,080308 Namaku Shanty, ato Aprel ato apalah terserah kamu mau manggil aku apa asal ada Aprel en Shantynya. Kemarin aku pergi ke Beton, Ponjong, salah satu pedalaman di Gunungkidul Handayani yang terkenal kaya akan daerah pedalamannya. Aku pergi kesana tak sendiri; bareng-bareng sama dewan ‘kape emde’. Buat apa? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=15&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><span style="color:#008000;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ini bukan bacaan yang baik dan benar.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><span style="color:#008000;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Saptu,080308</span></span></span></p>
</blockquote>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;"> Namaku Shanty, ato Aprel ato apalah terserah kamu mau manggil aku apa asal ada Aprel en Shantynya. Kemarin aku pergi ke Beton, Ponjong, salah satu pedalaman di Gunungkidul Handayani yang terkenal kaya akan daerah pedalamannya. Aku pergi kesana tak sendiri; bareng-bareng sama dewan ‘kape emde’. Buat apa? Biasalah… rapat sekalian makan-makan; makan iwak bakar, makan ati, makan waktu, makan duit (yang jelas bukan duitku!).</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;">Perlukah aku bilang padamu kalo aku jadi anggota dewan ‘kape emde’ (baca: Komite Pendidikan Masyarakat Desa)?  Kayaknya gak perlu deh. Toh kamu juga gak mau tau kan?!</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;">Tahukah kamu kalo Beton itu adalah sebuah daerah perairan yang diapit bukit-bukit kapur nan tandus? Pasti baru tahu sekarang kan! Let met tell you seperti apa itu Beton menurut <em>point of view</em>-ku.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;">Beton bukanlah biji nangka favoritmu. Beton juga tak ada hubungannya sama bangunan beton atawa baja beton apalagi mbok  Beton (mang ada?). Beton juga bukan sejenis jerawat yang banyak beton-jolan di mukaku. Beton yang kumaksud adalah  sebuah danau yang mana daripadanya mengalir ‘tuk’ alias mata air yang olwez memancar dari perut bumi. Konon, mata air itu baru muncul ke muka bumi tahun 2004 silam. Fenomena alam katanya. Dan katanya juga, danau yang punya kedaleman 3 – 6 meter itu dulunya adalah tempat daripada orang-orang membangun rumah. Sekarang rumah-rumah itu tenggelam, bahkan pohon kelapanya pun cuma kliatan pucuknya  saja. Bahkan  lagi, jembatan yang pas musim kemarau lalu masih menggantung di tengah danau, kini tak kliatan batang hidungnya: tenggelam. Hiiiiii ……  jadi inget Lumpur Panas Lapindo.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;widows:2;orphans:2;" lang="en-US"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;">Haruskah kukatakan padamu bahwa jembatan yang ‘nyungsep’ itu adalah jalan terpintas menuju Goa Lowo? Kayaknya harus deh, soalnya siapa tahu aja kalo kamu mau ‘topo’ ke gua yang penuh kelelawar itu kamu bisa lebih ngirit bensin. Itu kalo jembatannya udah kliatan batang sama hidungnya, kalo tuh jembatan gak muncul lagi, yah terpaksa kamu nyebur, lumayanlah sambil menyelam minum air (tapi airnya keruh bro!).</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;">Haruskah kukatakan padamu kalo aku ngeri banget ngeliat pemandangan danau itu? Kayaknya gak perlu deh soalnya aku malu sama kamu kalo kamu tau aku menolak mentah-mentah ajakan temenku untuk naik ‘bebek-bebekan’ muterin danau becoz aku phobi sama air yang diam en dalem. Jangankan naik ‘bebek-bebekan’, mantengin air en ngedengerin gemuruh ‘tuk’  dari kejauhan aja udah mbikin merinding.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;widows:2;orphans:2;" lang="en-US"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;">Jangan membuatku mengatakan kalo pemandangan di danau itu jauh dari mengasyikkan. Bukit-bukit batu karst dengan ceruk-ceruknya yang gelap mengurung danau itu sehingga membuatnya nampak angker. Oh ya, kau pasti tidak tahu kalo di balik bukit yang paling gedhe di sebelah kiri ‘tuk’ ada goanya. Goa Lawa namanya. Eh… tadi udah tak sebutin ya?!</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;widows:2;orphans:2;" lang="en-US"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Alkisah pas kami lagi makan ikan bakar yang nikmat en maknyuss di pendopo di pinggir danau, terlihat olehku kawanan wanita, eh maksudku wanita berkawan, yang tengah menuruni jalan sempit lagi terjal dari arah balik bukit paling gedhe. Terlihat pula olehku seikat rumput pakan ternak tergendong di punggung kedua wanita setengah baya itu. Lalu….aku terkesiap saat melihat mereka menyeberangi jembatan yang gak bisa lagi dibedain sama danaunya karena yang kliatan cuman air doank. Dilepasnya sandal mereka. Dicincingkannya rok sampai paha atas mereka…..lalu……selangkah……dua langkah…….mereka menyeberangi jembatan di tengah danau itu dengan mantap seolah sudah hapal betul jalur jembatan itu. Pas mereka tiba persis di tengah-tengah, aku hampir berhenti bernapas karena ternyata airnya lebih dalam dari yang mereka kira. Kupikir  mereka akan tenggelam. Alhasil, rok yang tadinya mereka cincingkan basah oleh air yang mencapai perut mereka. Toh mereka akhirnya selamat. Ya….iyalah… wong ternyata itu udah rutinitas mereka saban harinya.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;widows:2;orphans:2;" lang="en-US"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;">Haruskah kukatakan padamu wahai pembacaku yang pakdiman kalo aku phobi benar sama danau yang tenang lagi keruh airnya? Mungkin kamu musti tahu, biar kamu gak ngajak aku naik ‘bebek-bebekan’. Dan yang paling penting yang musti engkau ketahui bahwasannya aku minta maap banget coz aku gak bisa ngasih picture. Lain kali aku bakal b&#8217;rusaha bawa jepretan biar kalian bisa ikut ngeliat apa yang kuliat.<br />
</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:100%;widows:2;orphans:2;" lang="en-US"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#008000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Kristen ITC,cursive;">Haruskah kukatakan padamu aku harus berhenti nulis sekarang perutku dah keroncongan? Serius, aku bakal  pingsan kelaparan kalo gak segera ke warung makan segera. Entar kalo aku masih eror, aku pasti nulis lagi, itu kalo ada mood buat nulis. C u on my next stories&#8230;&#8230;</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avreliana.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avreliana.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avreliana.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avreliana.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avreliana.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avreliana.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avreliana.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avreliana.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avreliana.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avreliana.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avreliana.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avreliana.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avreliana.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avreliana.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avreliana.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avreliana.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=15&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/16/ke-beton-ku-berklana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca83f000061aa6cb83965a5d2c3bd42b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">avrel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hero of the Month</title>
		<link>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/16/hero-of-the-month/</link>
		<comments>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/16/hero-of-the-month/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 02:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>avrel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hero of The Month]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://avreliana.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Three Main Commitments in Life
Firstly, on the level of a human being, His Holiness first commitment is the promotion of human values such as compassion, forgiveness, tolerance, contentment and self-discipline. All human beings are the same. We all want happiness and do not want suffering. Even people who do not believe in religion recognize the importance of these human values in making their life happier. His Holiness refers to these human values as secular ethics. He remains committed to talk about the importance of these human values and share them with everyone he meets.

Secondly, on the level of a religious practitioner, His Holiness second commitment is the promotion of religious harmony and understanding among the world's major religious traditions. Despite philosophical differences, all major world religions have the same potential to create good human beings. It is therefore important for all religious traditions to respect one another and recognize the value of each other's respective traditions. As far as one truth, one religion is concerned, this is relevant on an individual level. However, for the community at large, several truths, several religions are necessary.
Thirdly, His Holiness is a Tibetan and carries the name of the Dalai Lama. Tibetans place their trust in him. Therefore, his third commitment is to the Tibetan issue. His Holiness has a responsibility to act as the free spokesperson of the Tibetans in their struggle for justice. As far as this third commitment is concerned, it will cease to exist once a mutually beneficial solution is reached between the Tibetans and Chinese. 

However, His Holiness will carry on with the first two commitments till his last breath.

<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=12&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><img src="/DOCUME%7E1/PENDID%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></span></p>
<pre style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong><span style="font-size:16pt;">Dalai  Lama,Pembawa Obor </span></strong></span><span style="color:#008000;"><strong><span style="font-size:16pt;">Perdamaian</span></strong></span></pre>
<pre style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><span><strong><span style="font-size:16pt;"> Dari Tibet
</span></strong></span></span></pre>
<p><span style="color:#008000;"><span><!--[if !supportEmptyParas]--><!--[endif]--></span></span></p>
<blockquote>
<p class="MsoBodyText"><span style="color:#008000;"><em><span>“Karena kita semua berbagi di bumi yang kecil ini. kita harus saling belajar untuk hidup dengan harmonis dan damai satu sama lain, termasuk dengan alam.” </span></em></span></p>
<p class="MsoBodyText"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="color:#008000;"><span>(Pidato Dalai Lama saat penyerahan penghargaan Nobelnya pada 11 Desember 1989).</span></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#008000;"><strong><span>Dalai Lama</span></strong></span><span style="color:#008000;"><span>. Siapa tak kenal tokoh satu ini? Namanya kerap menghiasi <em>headline</em> berbagai media massa di seluruh dunia, terlebih dalam sebulan terakhir ini. Perjuangan tanpa kekerasannya telah mengantarnya meraih penghargaan Nobel Perdamaian tahun 1989. bahkan, ia disebut-sebut sebagai penerus Mahatma Gandhi, salah satu tokoh perdamaian terbesar abad ini. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#008000;"><span>Terlahir sebagai Lhamo Thondup pada 6 Juni 1935, anak ke-9 dari keluarga petani ini diidentifikasikan sebagai pewaris Dalai Lama ke-13 saat usianya baru 2 tahun. Dalai Lama berarti “semua yang menyangkut Lama”, yaitu seseorang yang dianggap sebagai reinkarnasi arwah leluhur serta perwujudan Avalokiteshvara, gabungan dari seluruh kasih sayang Sang Budha. Saat usianya menginjak 15 tahun, ia secara resmi dinobatkan sebagai perwujudan ke-14 Dalai Lama. Sebagai Dalai Lama, ia menjadi pemimpin spiritual umat Budha di Tibet serta pemimpin monarki Tibet. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#008000;"><span>Penobatan tersebut dilakukan karena situasi keamanan di Tibet yang semakin memburuk. Saat itu, 7 Oktober 1950, Cina menginvasi dan menguasai Tibet sehingga mengancam kemerdekaan negeri ‘atap dunia’ itu. Pendudukan tersebut memicu berbagai perlawanan baik dari 6 juta rakyat Tibet sendiri maupun dari pasukan pendukung Amerika Serikat. Dalai Lama tidak menyetujui perjuangan dengan kekerasan yang dilakukan rakyatnya dan para pendukungnya. Alasannya, kekerasan hanya akan melahirkan semakin banyak kekerasan dan penderitaan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="color:#008000;"><span>Pada tahun 1959, karena alasan keselamatannya, Dalai Lama beserta 80.000 pengikutnya mengungsi ke Dharamsala, di kaki Gunung Himalaya, India Utara. Di tempat itulah dia mendirikan markas dan membentuk pemerintahan pengungsian Tibet hingga sekarang. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#008000;"><span>Sementara itu, pada waktu yang sama saat dia meninggalkan negerinya, Cina semakin kuat menancapkan kekuasaannya di seluruh Tibet. Situasi di Tibet semakin memburuk saat pada tahun 1966, Mao Zedong mengumumkan ”Revolusi Besar Budaya Proletar”, sebuah dekade panjang bencana politik dimana kehormatan tradisional diabaikan, artefak budaya dihancurkan dan dimusnahkan, ekspresi budaya dibatasi, dan praktik keagamaan ditekan. Bahkan, China seringkali menghukum mati mereka yang menolak mengakui kedaulatan China atas Tibet ataupun pengakuan kesetiaan mereka pada Dalai Lama. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia oleh China telah menjadi hal yang biasa terjadi di Tibet. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#008000;"><span>Di tempat pengungsiannya, Dalai Lama tidak tinggal diam melihat China melakukan genosida budaya negerinya. Perjuangannya mencari kebebasan untuk Tibet tidak pernah surut. Dia berkeliling dunia menemui para tokoh-tokoh besar dunia untuk mencari dukungan atas kemerdekaan negerinya. Prinsip yang selalu dia pegang teguh adalah berusaha mencegah kekerasan dalam perjuangan rakyatnya meraih kemerdekaan. Dalai yang memiliki nama lain Tenzin Gyatsi ini, terus berupaya menjalin perundingan dengan China untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#008000;"><span>Selama bertahun-tahun, Dalai Lama dan rakyatnya tak pernah lelah dalam memperjuangkan kemerdekaan mereka. Puncaknya terjadi saat peringatan 49 tahun pemberontakan Tibet terhadap pemerintah komunis China yang gagal dan menyebabkan Dalai Lama mengungsi ke India sampai sekarang pada hari Jumat, 14 Maret 2008 lalu. Dalam demonstrasi yang dipimpin oleh para biksu itu, 100 orang diperkirakan tewas oleh tembakan ribuan tentara yang dikerahkan pemerintah China. Akibatnya, kerusuhan merebak di berbagai wilayah di Tibet atas aksi anarkis yang dilakukan tentara China itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:#008000;"><span>China memang pantas merasa berang atas unjuk rasa yang memakan puluhan bahkan ratusan korban jiwa itu. Pasalnya, pada bulan Agustus nanti China akan menjadi tuan rumah Olympiade di Beijing sehingga kerusuhan di Tibet dikhawatirkan akan menggangggu pelaksanaan pesta olahraga sejagad itu. Bahkan, bukan hal yang tidak mungkin jika terjadi pemboikotan Olympiade oleh negara-negara penjujung hak as</span><span>asi manusia. </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="color:#008000;"><span> Obor Olympiade yang melambangkan perdamaian memang belum lama ini di sulut. Namun obor perdamaian yang sesungguhnya telah menyala di Tibet jauh sebelumnya. Dalai Lama, sang pembawa obor perdamaian itu masih teguh pada prinsipnya untuk menghindari kekerasan dalam perjuangannya dan rakyatnya dalam mencapai kemerdekaan. Atas nama segala penindasan dan kekerasan, semoga obor perdamaian itu terus menyala dan mampu mempersatukan jurang pemisah baik antara Tibet dan China sendiri, maupun seluruh dunia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span><br />
<em>Imagine there&#8217;s no countries. It isn&#8217;t hard to do<br />
Nothing to kill or die for. And no religion too<br />
Imagine all the people, living life in peace&#8230;</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><em><span>(</span></em><span>Jhon Lennon, Imagine)</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><a href="http://www.dalailama.com/" target="_blank"><span id="more-12"></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><a title="dalai lama" href="http://www.dalailama.com/" target="_self">http://www.dalailama.com</a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><a title="biografi dalai lama" href="http://bhumisambhara.org" target="_blank"><span class="a">www.bhumisambhara.org</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#008000;"><span>Afi</span><span>yanti, Windy. 2006. Heroes The Freedom and Humanity. Yogyakarta: Narasi. </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avreliana.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avreliana.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avreliana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avreliana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avreliana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avreliana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avreliana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avreliana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avreliana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avreliana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avreliana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avreliana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avreliana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avreliana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avreliana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avreliana.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=12&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/16/hero-of-the-month/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca83f000061aa6cb83965a5d2c3bd42b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">avrel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/PENDID%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>kulo nuwun</title>
		<link>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/02/hello-world/</link>
		<comments>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 06:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>avrel</dc:creator>
				<category><![CDATA[kulo nuwun]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[welcome to my blog here i am. what you read is what i&#8217;ve done monggo selamat menikmati hidanganku!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=1&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">welcome to my blog</span></h1>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">here i am. what you read is what i&#8217;ve done</span></h1>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">monggo selamat menikmati hidanganku!<br />
</span></h1>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/avreliana.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/avreliana.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/avreliana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/avreliana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/avreliana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/avreliana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/avreliana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/avreliana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/avreliana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/avreliana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/avreliana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/avreliana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/avreliana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/avreliana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/avreliana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/avreliana.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=avreliana.wordpress.com&amp;blog=3352269&amp;post=1&amp;subd=avreliana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://avreliana.wordpress.com/2008/04/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca83f000061aa6cb83965a5d2c3bd42b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">avrel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
